Bandung Barat, Insertrakyat.com – Tragedi memilukan menimpa seorang prajurit siswa (Prasis) Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang 1 Tahun Anggaran 2025. Prasis bernama Azhar Muhamad Zaki, yang memiliki nomor siswa (Nosis) 1008, ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di sebuah gazebo milik warga di Kampung Cimerang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 25 Maret 2025 pagi.
Berdasarkan laporan resmi, Azhar M. Zaki ditemukan tergantung di gazebo milik seorang warga bernama Sumiati, 70 tahun. Penemuan jenazah pertama kali dilaporkan oleh Yeni Sri Mulyani, 49 tahun, warga setempat, sekitar pukul 05.30 WIB. Yeni yang sedang berkunjung ke rumah putrinya kaget melihat sosok tergantung di depan rumah Sumiati. Ia pun segera melapor ke Ketua RT setempat, Rohmat, 70 tahun, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Anggota Polsek Cipatat dan Tim Inafis Polres Cimahi tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB untuk melakukan olah TKP. Tak berselang lama, tim dari Subdenpom Cimahi dan penyidik Denpom Bandung juga tiba untuk menyelidiki lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Prasis Azhar M. Zaki dilaporkan hilang dari barak tempatnya menjalani pendidikan militer di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat. Laporan kehilangan pertama kali diterima dari seorang rekan sesama siswa, Sahrul Muharam, yang sedang berjaga antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
Upaya pencarian dilakukan oleh para pembina dan pelatih Dikmata. Sekitar pukul 03.30 WIB, ditemukan perlengkapan milik Azhar, seperti helm, baju dan kaos PDL, serta sepatu PDL di depan Tower Lapangan Kartika. Namun, keberadaannya masih belum diketahui hingga akhirnya jenazahnya ditemukan oleh warga.
Sejumlah saksi mata memberikan keterangan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, Azhar terlihat mondar-mandir di sekitar wilayah Cipatat.
Pukul 03.15 WIB, Dede, 40 tahun, seorang sopir truk tangki air, melihat Azhar menyebrangi Jalan Raya Padalarang-Cianjur dengan kondisi kaki penuh lumpur.
Pukul 03.20 WIB, Azhar sempat mampir ke warung milik Santi, 47 tahun, di Jongko Kelapa dan meminta izin mencuci kaki serta menanyakan lokasi pangkalan ojek terdekat.
Pukul 03.45 WIB, Azhar kembali menemui Dede dan meminta diantar ke Cianjur, namun permintaannya ditolak karena Dede sedang bekerja.
Pukul 04.00 WIB, Dede kembali melihat Azhar menyebrangi jalan dalam kondisi yang sama.
Pukul 05.30 WIB, warga menemukan jenazah Azhar di gazebo.
Berdasarkan keterangan tertulis dari hasil konfirmasi yang diterima Insertrakyat.com, Selasa, (25/3/2025) diketahui Azhar sebelumnya sudah dua kali meninggalkan lembaga pendidikan (Lemdik) sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Pada 13 Maret 2025, Azhar meninggalkan Lemdik dan kembali diantar oleh keluarganya pada 19 Maret 2025.
Pada 25 Maret 2025, Azhar kembali meninggalkan Lemdik sebelum ditemukan meninggal dunia pada hari yang sama.
Jenazah Azhar M. Zaki dibawa ke RS Dustira untuk pemulasaran. Berdasarkan permintaan keluarga, tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Pemakaman direncanakan berlangsung di TPU Kampung Celak Kidul, Desa Celak, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa sore pukul 16.00 WIB.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya di Pusdikif Cipatat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang masih mendalami motif di balik tindakan nekat almarhum.

Disclaimer:
Berita ini tidak bermaksud untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda mengalami tekanan psikologis, stres, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari tenaga profesional, keluarga, atau orang yang Anda percayai. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat. Anda tidak sendirian, dan ada banyak pihak yang siap membantu.
Penulis : Mift/Angg
Editor : Isma