SINJAI, InsertRakyat.com — Geliat aktivitas pasar malam dadakan di Bulu-Bulue, Dusun Gareccing, Desa Talle, menjadi gambaran pergerakan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini tumbuh dari inisiatif warga melalui semangat gotong royong dan menjadi ruang produktif untuk meningkatkan taraf ekonomi serta memperkuat hubungan sosial antara sesama warga.
Di Dusun Gareccing, idealnya telah tersedia pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Namun hingga saat ini, fasilitas tersebut belum juga terwujud, padahal masyarakat setempat telah lama menantikan kehadiran pasar sebagai penopang utama pergerakan ekonomi desa. Kondisi ini menjadikan pasar malam sebagai alternatif sementara yang lahir dari kebutuhan masyarakat itu sendiri.
Masyarakat Dusun Gareccing selama ini berharap wilayahnya dapat berkembang seperti daerah lain yang lebih maju. Dari sisi infrastruktur, akses jalan dinilai cukup mendukung. Sementara dari aspek sumber daya manusia, masyarakat memiliki potensi yang kompetitif, terutama generasi muda yang memiliki pendidikan dan kreativitas.
Pada Selasa malam, InsertRakyat.com menerima dokumentasi berupa video aktivitas pasar malam tersebut. Informasi yang dihimpun menyebutkan kegiatan ini mendapat dukungan dari Kepala Desa Talle, Ir Abd Rajab.
Namun demikian, upaya masyarakat ini dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Padahal, penguatan ekonomi desa merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan pemerintah memberikan pelayanan yang layak dan merata kepada seluruh warga negara.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengatur peran pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, termasuk pengembangan ekonomi lokal. Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Seorang asal daerah ini yang akrab disapa “Samudera” menilai bahwa pemerintah pusat perlu melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kementerian mungkin baru bisa benar-benar hadir ketika dijemput secara paksa untuk melihat langsung kondisi dan semangat masyarakat di Desa Talle,” ujarnya dalam suatu kesempatan diskusi di Sinjai pada Sabtu malam.

Di lokasi lain, kawasan Lego-Lego Lancibung di Dusun Jekka juga berkembang sebagai pusat kegiatan UMKM. Masyarakat memanfaatkan fasilitas boks jualan untuk menjalankan usaha secara rutin.
Kedua lokasi ini memiliki posisi strategis. Bulu-Bulue berada di tengah permukiman warga, sementara Lego-Lego Lancibung berada di jalur nasional penghubung Sinjai–Bulukumba, yang berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pemanfaatan Lahan Tidur
Perkembangan yang ada saat ini di Desa Talle tidak terlepas dari pemanfaatan lahan tidur yang sebelumnya tidak digunakan secara optimal. Lahan tidur merupakan lahan yang tidak dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu meskipun memiliki potensi ekonomi.
Kondisi ini dapat terjadi pada lahan milik pribadi maupun pemerintah, umumnya disebabkan oleh keterbatasan perencanaan, anggaran, dan pengelolaan.
Di Desa Talle, sejumlah lahan yang sebelumnya tidak difungsikan kini mulai dimanfaatkan untuk kegiatan produktif. Lapangan mini Bulu-Bulue di Dusun Gareccing dan kawasan Lego-Lego Lancibung di Dusun Jekka menjadi contoh.
Lego-Lego Lancibung mulai dimanfaatkan sejak 2025 dan saat ini menjadi pusat aktivitas UMKM harian. Sementara di Bulu-Bulue, lahan dimanfaatkan untuk pasar malam yang digelar setiap akhir pekan.
“Dua lahan tersebut sudah digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan termasuk UMKM. Di Bulu-Bulue juga dimanfaatkan untuk pasar malam sebagai upaya mendorong ekonomi dan kreativitas masyarakat,” ujar Ir Abd Rajab.
Ia berharap kegiatan ekonomi berbasis masyarakat ini terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.
Inisiatif masyarakat Desa Talle menunjukkan bahwa potensi desa dapat tumbuh dengan pemanfaatan sumber daya yang tepat. Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah pusat agar lebih responsif dalam mendukung penguatan ekonomi di tingkat desa sesuai amanat peraturan perundang-undangan. (s/z).
Dapatkan berita terbaru InsertRakyat.com secara berkelanjutan/follow > (whatsapp channel)
















