SINJAI, – Pelaku kasus dugaan pencurian (Curnak) Sapi di Tellulimpoe hingga kini belum terungkap. Adapun lokasi kejadian meliputi Kelurahan Mannanti, Desa Lembang Lohe dan Desa Saotengah. Akibatnya warga dilingkupi keresahan dan rasa kurang aman.

Kondisi ini membuat mahasiswa prihatin. Mereka saat ini sedang memusatkan rencana aksi Demontrasi sebagai bentuk dukungan publik terhadap pihak Kepolisian dalam menangani kasus curnak di Wilayah Hukum Polres Sinjai, Polda Sulsel.

Warga Kecamatan Tellu Limpoe,  inisial U, menceritakan langsung ke mahasiswa keresahan yang mereka alami langsung. Dalam rekaman terdengar curhatan warga seputar situasi lingkungan mereka. Menurut warga setiap Jumat, di sejumlah Masjid, warga harus bergantian menjaga ternak Sapi. Pola yang dilakukan sebagain warga menjaga ternak dan warga lainya melaksanakan shalat Jumat, karena takut ternak dicuri.

BACA JUGA :  Dua Sapi Hilang di Mannanti, Anggota DPRD Desak Polisi Usut Tuntas

“Kalau tiba waktu Shalat Jumat di sini, di beberapa masjid, kita harus bergantian jaga sapi. Karena kalau nggak, sapi bisa hilang,” kata seorang warga yang berbicara dengan Mahasiswa. Kekhawatiran ini membuat warga hidup was-was setiap hari.

Mendengar keluhan itu, Aktivis mahasiswa, Wahid Ansya berharap agar Polres Sinjai bertindak lebih tegas. “Jika tidak ada pengungkapan serius, Masyarakat dan Mashasiswa akan bersatu mendatangi Polres dan Polda un menuntut keadilan. Kasus ini sudah terlalu lama membuat masyarakat resah,” kata Wahid dalam keterangannya kepada Insertrakyat.com, Senin (30/3/2026).

BACA JUGA :  Ar. Hidayat : Hak Warga Direnggut, Polisi Usut Kasus Pencurian Sapi di Sinjai

Wahdi menyebutkan bahwa pencurian ternak sangat merugikan masyarakat. “Hidup warga bergantung pada penghasilan ekonomi dari hasil ternak sapi. Tanpa penanganan tegas terhadap pelaku curnak, mereka (warga, -red) akan terus hidup dalam was-was dan resah” jelasnya.

Aspirasi atau pernyataan publik, sebut Wahid juga akan mereka sampaikan kepada Polda Sulawesi Selatan. “Kami menuntut keadilan sampai pelaku diproses sesuai hukum,” kuncinya.

BACA JUGA :  Goyang Kasus Dugaan Suap Pilwabub Koltim, GPM di Kejari Kolaka

Tak kalah penting diketahui bahwa, dalam menangani kasus curnak, Tim Resmob Satreskrim telah melakukan penyelidikan sejak Sabtu di Desa Lembang Lohe dan sejumlah wilayah di Kecamatan Tellu Limpoe. Kasi Humas, Iptu Agus Santoso menyatakan penyelidikan dilakukan sejak Sabtu malam. Ia berharap agar pelaku segera terungkap. “Insya Allah dan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terungkap,” ungkap Iptu Agus kepada Insertrakyat.com, Ahad (29/3/2026) kemarin.

 

Dapatkan berita terbaru dengan mengikuti saluran whatsapp channel INSERTRAKYAT.COM

⚡ WhatsApp Insertrakyat

Informasi, komunitas & layanan pembaca

GRUP WHATSAPP
▶ Gabung Grup Diskusi
SALURAN WHATSAPP
▶ Ikuti Saluran Resmi
KONTAK ADMIN
▶ Hubungi Admin
● ONLINE • 0813-5481-214