ACEH TIMUR – Berkat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat kembali menggelontorkan bantuan sosial (bansos), dengan total Rp136,9 miliar tahun 2026.
Target penerima adalah warga yang terdampak Pascabencana Sumatera meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Bencana terjadi November lalu, -red).
Untuk Aceh, bantuan diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Inti kegiatan penyerahan bantuan berlangsung secara hybrid dari Pendopo Bupati di Aceh Timur, Senin (16/3/2026).
“Total bansos tahap II yang disalurkan mencapai Rp136.902.100.000. Bantuan dari Kementerian Sosial tersebut terdiri dari Bantuan Isian Hunian (BIH) sebesar Rp31,47 miliar, Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Rp52,45 miliar, serta Jaminan Hidup (Jadup) Rp52,98 miliar bagi masyarakat terdampak,”tulis Kapuspen Kemendagri dalam keterangannya kepada InsertRakyat.com hari ini.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui PT Pos Indonesia agar dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Tito Karnavian menegaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Pascabencana Sumatera. Menurutnya, sejumlah daerah terdampak, khususnya di Aceh, masih berupaya bangkit dari dampak bencana yang memukul aktivitas ekonomi.
Pemerintah, lanjut Tito, juga telah menyalurkan berbagai dukungan lain, termasuk bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Selain itu, pemerintah pusat menambah dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk seluruh wilayah terdampak di tiga provinsi tersebut dengan total mencapai Rp10,6 triliun guna mempercepat pemulihan daerah.
“Pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya pemulihan, sambil melakukan perbaikan di berbagai sektor,” ujar Tito.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan agar bantuan yang diterima masyarakat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang dilaporkan pemerintah daerah dan telah melalui proses verifikasi.
“Datanya bersifat dinamis dan akan terus diperbarui. Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai data yang telah diverifikasi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, unsur Forkopimda setempat, serta perwakilan pemerintah daerah dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang mengikuti acara secara daring. (agy/zam)




















