SINJAI — Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Saldi, menerima laporan langsung dari masyarakat terkait kasus pencurian ternak sapi yang terjadi di Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, pada Rabu (25/3/2026) pagi.
Saldi menyatakan, seorang warga dari Kelurahan Mannanti datang mengadukan peristiwa kehilangan satu ekor ternak jantan dengan nilai kerugian mencapai Rp15.500.000. Kejadian tersebut berlangsung saat pagi hari, memicu keresahan warga.
“Tamu dari Kelurahan Mannanti [korban] pencurian ternak 1 ekor jantan harga 15.500.000 hari Raru pagi,” unlang Saldi dalam keterangannya di ruang publik sekitar pukul 13.03 WITA.

Saldi juga memperlihatkan postur sapi yang hilang, berwarna hitam. Gambar sapi milik korban pun menarik perhatian publik. “Beh besarnya sapinya,”bunyi komentar suara sumbang yang himpun media ini.
Adapun keluhan masyarakat didengar secara langsung oleh Saldi di sebuah rumah pada Ahad (29/3/2026), sebagai bentuk respons atas kasus pencurian ternak (Curnak) Sapi tersebut.
Curnak di Mannanti ini juga menambah bobot kekhawatiran warga terhadap maraknya kejadian di wilayah hukum Polres Sinjai.
Masyarakat dan Anggota DPRD Sinjai, Saldi berharap kasus Curnak yang terjalin dapat terungkap secara tuntas.
Lebih lanjut mengenai sejumlah kejadian Curnak Sapi di Tellu Limpoe, Saldi telah melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku dan mencegah kejadian senada terulang kembali.
Kendati demikian, Tim Resmob Polres Sinjai sejak Sabtu (28/3) malam telah melakukan penyelidikan kasus di wilayah Tellu Limpoe. Polres idealnya tidak tinggal diam atas masalah tersebut.
Hal tersebut dikemukakan oleh Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso kepada InsertRakyat.com melalui sambungan daring siang pukul 11.01 WITA.
Menurut KBO Intelkam Polres Sinjai itu juga, penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Resmob semalam berlokasi di wilayah Desa Lembang Lohe.
Di sanalah Tim Resmob menggali keterangan dari korban dan tokoh Birokrasi. Sedikitnya terdapat empat korban Curnak Sapi di Desa Lembang Lohe, yang melaporkan kejadian terjadi dalam waktu sepekan.
“Unit Resmob Polres Sinjai pada Sabtu sekitar pukul 23.00 WITA telah melakukan penyelidikan di Dusun Tippulue, Desa Lembang Lohe, Kecamatan Tellulimpoe,” ulang Iptu Agus.
Iptu Agus berharap kasus ini dapat segera terungkap dalam waktu dekat. “Insya Allah mudah-mudahan dalam waktu dekat akan terungkap,” harapnya.
“Dalam proses penyelidikan, pihak Resmob juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat TNI/Babinsa, Anggota DPRD Sinjai, tokoh masyarakat, serta korban pencurian,” kunci Iptu Agus.

sebelumnya, Saldi turun langsung menemui korban sejak Sabtu siang hingga Ahad dini hari (29/3/2026) dengan metode door to door untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Warga mengaku sapi mereka hilang setelah didatangi orang yang meminta uang,” ungkap Saldi.
Salah satu korban, Rasyid, disebut pernah mendapatkan kembali sapinya setelah membayar Rp5 juta. Namun, dalam kejadian lain, saat menolak memberikan Rp300 ribu, sapinya kembali hilang beberapa hari kemudian.
Kasus serupa juga dialami warga lain, seperti Kufe yang kehilangan dua ekor sapi, serta korban lain yang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dengan modus janji pengembalian sapi yang tidak terealisasi.
“Empat korban semua menyebut nama yang sama,” kata Saldi dalam keterangannya kepada InsertRakyat.com, Ahad dini hari.
Saldi juga mengungkap kasus terbaru yang menimpa warga bernama Amin Naida. Dua ekor sapinya dilaporkan hilang pada Rabu sekitar pukul 10.00 WITA di Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe.
Menurutnya, kejadian ini menunjukkan bahwa pencurian ternak tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga sudah berani dilakukan pada siang hari.
“Ini harus segera ditindak. Kasusnya sudah berulang dan semakin terang-terangan,” tandasnya. (Red).
Dapatkan berita terbaru melalui whatsapp channel Insertrakyat.com
















