SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Kasus pencurian ternak sapi di Desa Lembang Lohe, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai menuai respon dari Anggota DPRD Sinjai, Saldi. Ia turun langsung menemui para korban sejak Sabtu siang hingga Ahad dini hari, 29 Maret 2026.
Saldi mendatangi rumah warga secara door to door (dari satu rumah ke rumah lainnya) untuk menyerap keterangan korban. Dari kunjungan itu, ia menemukan pola kejadian yang berulang dalam kasus kehilangan ternak di wilayah tersebut.
“Warga mengaku sapi mereka hilang setelah didatangi orang yang meminta uang,” kata Saldi.
Salah satu korban, Rasyid, disebut telah beberapa kali kehilangan sapi. Menurut Saldi, korban pernah mendapatkan kembali ternaknya setelah membayar Rp5 juta. Namun dalam kejadian lain, saat korban menolak memberikan Rp300 ribu kepada seseorang yang datang ke rumahnya, sapi kembali hilang beberapa hari kemudian.
“Ini sudah beberapa kali terjadi pada orang yang sama,” ujar Saldi.
Kasus lain juga ditemukan pada warga bernama Kufe yang kehilangan dua ekor sapi. Selain itu, ada korban yang mengaku mengalami kerugian Rp3 juta setelah dijanjikan sapi akan dikembalikan, namun tidak terealisasi. Modus yang sama juga menimpa warga dengan nilai Rp4,6 juta.
Menurut Saldi, keterangan para korban menunjukkan kesamaan.
“Empat korban semua menyebut nama,” katanya.
Ia menilai, pola yang berulang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus biasa dan perlu penanganan serius dari aparat penegak hukum.
Dalam beberapa waktu terakhir, banyak ekor sapi warga dilaporkan hilang di wilayah Tellulimpoe. Warga kini merasa tidak aman karena kehilangan ternak berdampak langsung pada penghidupan mereka.
Sejumlah korban diketahui telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, termasuk ke Polres Sinjai. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rahkman maupun Kasi Humas Iptu Agus Santoso.
Dalam kunjungannya, Saldi juga mendatangi salah satu rumah korban yang dinilai tidak layak huni. Dari lokasi itu, ia menerima informasi tambahan terkait rangkaian kasus pencurian ternak.
Ia berharap pemerintah daerah turut memberi perhatian terhadap kondisi sosial warga, termasuk kebutuhan perbaikan rumah.
Kasus ini menjadi catatan penting bagi Polres Sinjai untuk mengungkap pelaku serta mencegah pencurian ternak yang berulang di wilayah hukumnya. (Red).

















