Zainal Paliwang memaparkan 5 potensi investasi Kalimantan Utara di PSBM 2026, mulai dari nanas Krayan hingga pariwisata lintas negara.

MAKASSAR – Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang  memaparkan sejumlah potensi besar Kalimantan Utara (Kaltara) yang siap menarik investor dalam forum  Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI (PSBM) 2026 di Makassar, Kamis (26/3/2026).

Dalam forum yang dihadiri ratusan saudagar Bugis-Makassar tersebut, Gubernur Kaltara menegaskan bahwa wilayah perbatasan kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Berikut lima potensi unggulan yang ditawarkan kepada investor:

 1. Hilirisasi Nanas Krayan

Nanas asal Krayan dikenal memiliki cita rasa khas dan telah menembus pasar internasional. Pemerintah daerah mendorong pengembangan industri hilirisasi agar komoditas ini memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

 2. Industri Sarang Burung Walet

Kalimantan Utara juga menjadi salah satu daerah penghasil sarang burung walet berkualitas tinggi. Komoditas ini memiliki nilai ekspor besar dan diminati pasar global, terutama di Asia.

 3. Potensi Perikanan dan Kelautan

Dengan wilayah laut yang luas, sektor perikanan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Kaltara. Pengembangan industri perikanan modern dinilai mampu meningkatkan daya saing daerah.

 4. Peternakan Modern

Selain sektor kelautan, pengembangan peternakan berbasis teknologi juga menjadi fokus pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang investasi baru.

5. Pariwisata Lintas Negara

Wilayah Tarakan dan Nunukan memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata lintas negara karena berbatasan langsung dengan Malaysia. Sektor ini dinilai mampu menarik wisatawan mancanegara dan meningkatkan pendapatan daerah.

Dalam pemaparannya, Zainal menegaskan bahwa Kalimantan Utara kini bukan lagi daerah tertinggal, melainkan telah bertransformasi menjadi kawasan strategis yang terbuka bagi investasi.

Ia juga menekankan bahwa nilai budaya seperti Siri’ Na Pacce menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan dengan investor.

Menutup pemaparannya, Zainal mengajak para saudagar Bugis-Makassar untuk ikut berinvestasi dan membangun Kalimantan Utara sebagai pusat ekonomi masa depan.

“Wilayah perbatasan adalah masa depan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Penulis : Isma