Penguatan institusi penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh kewenangan yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengemban amanah konstitusional di dalamnya. Berangkat dari semangat tersebut, Kejaksaan Republik Indonesia terus memperkuat kapasitas dan profesionalisme aparaturnya melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada pembentukan karakter, integritas, dan wawasan kebangsaan.

Salah satu ikhtiar tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Kuliah Umum bertajuk “Pemajuan Institusi Kejaksaan dalam Konteks Pembangunan Supremasi Hukum dan Geostrategis Indonesia” yang digelar oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI di Jakarta, sejak Rabu (3/6/2026).

Kegiatan akademik tersebut menghadirkan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, sebagai narasumber utama sekaligus dosen tamu. Di hadapan lebih dari 500 peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa dari berbagai daerah di Indonesia, Firman memaparkan pentingnya penguatan institusi Kejaksaan dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks dan multidimensional.

Kuliah umum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran strategis bagi para calon jaksa untuk memahami keterkaitan antara supremasi hukum, pembangunan nasional, stabilitas negara, dan kepentingan geostrategis Indonesia di tengah perubahan tatanan global yang berlangsung begitu dinamis.

Dalam pemaparannya, Firman Jaya Daeli menegaskan bahwa Kejaksaan memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, Kejaksaan tidak hanya berperan sebagai lembaga penegak hukum yang menjalankan fungsi penuntutan, tetapi juga merupakan salah satu instrumen negara yang berperan penting dalam menjaga keadilan, kepastian hukum, ketertiban sosial, serta stabilitas nasional.

Ia menilai keberhasilan pembangunan hukum memiliki hubungan yang erat dengan keberhasilan pembangunan nasional secara keseluruhan. Karena itu, keberadaan Kejaksaan yang kuat, profesional, dan berintegritas menjadi kebutuhan fundamental dalam menjaga marwah hukum sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Firman juga memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang berhasil ditorehkan Kejaksaan RI dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Prof. Dr. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.H., institusi Adhyaksa dinilai menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui berbagai langkah transformasi kelembagaan, pembaruan tata kelola, serta penguatan kinerja penegakan hukum yang semakin mendapat pengakuan publik.

Menurutnya, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan merupakan indikator penting bahwa reformasi yang dijalankan telah berjalan pada arah yang tepat. Kepercayaan publik tersebut harus terus dipelihara melalui konsistensi dalam menegakkan hukum secara profesional, objektif, dan berkeadilan.

Pada kesempatan itu, Firman turut mengapresiasi peran Badiklat Kejaksaan RI yang secara berkelanjutan mendorong lahirnya sumber daya manusia penegak hukum yang unggul. Ia menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan fondasi utama dalam membangun institusi yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga eksistensinya sebagai lembaga penegak hukum yang modern dan terpercaya.

“Institusi yang kuat lahir dari sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, investasi terbesar bagi masa depan Kejaksaan sesungguhnya terletak pada proses pendidikan, pembentukan karakter, serta penguatan kapasitas para calon jaksa,” ujarnya.

Perkembangan positif di lingkungan Badiklat Kejaksaan RI juga tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Badiklat Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H., yang dinilai berhasil mendorong berbagai program pembinaan dan pengembangan kompetensi secara progresif, reformatif, dan transformatif.

Sementara itu, jalannya kuliah umum dipandu oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Badiklat Kejaksaan RI, Rini Hartatie, S.H., M.H., sebagai moderator. Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, menghadirkan pertukaran gagasan yang memperkaya perspektif para peserta mengenai tantangan penegakan hukum di era modern.

Melalui kegiatan tersebut, Badiklat Kejaksaan RI kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi jaksa yang tidak hanya menguasai aspek teknis dan yuridis, tetapi juga memiliki integritas moral, wawasan kebangsaan, kemampuan kepemimpinan, serta perspektif strategis dalam menjaga kedaulatan hukum dan kepentingan nasional.

Komitmen tersebut menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan institusi Kejaksaan yang semakin profesional, modern, dan berkelas dunia, sekaligus mendukung cita-cita Indonesia sebagai negara hukum yang maju, adil, berdaulat, dan berdaya saing di tingkat global.

(Rifqi Maulana, SH).