Di usia yang masih sangat belia, Muhammad Rijal harus menghadapi kenyataan hidup yang tidak mudah. Bocah berusia delapan tahun itu terpaksa menghentikan pendidikannya sejak duduk di bangku kelas dua sekolah dasar karena keterbatasan ekonomi yang membelit keluarganya.

Rijal, warga Jalan Cakalang, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, kehilangan kedua orang tuanya ketika masih berusia sekitar enam tahun. Sejak saat itu, ia menjalani hidup sebagai yatim piatu dan diasuh oleh paman serta bibinya yang juga hidup dalam kondisi serba terbatas.

Keadaan semakin berat karena pamannya yang selama ini menjadi tempat bergantung tengah mengalami sakit dan harus beraktivitas menggunakan kursi roda. Sementara itu, tiga saudara kandung Rijal bekerja sebagai nelayan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi tersebut menarik perhatian Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rahman, S.I.K., M.H. Melalui Kanit Regident Satlantas Polres Sinjai, Ipda Muhammad Yusuf, S.Psi., bantuan kemanusiaan disalurkan kepada Rijal dan keluarganya pada Rabu (3/6/2026).

Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan sekolah. Namun lebih dari itu, kehadiran jajaran Polres Sinjai membawa pesan bahwa masih ada kepedulian yang hadir bagi anak-anak yang sedang berjuang menghadapi keterbatasan hidup.

Kapolres Sinjai AKBP Jamal Fathur Rahman menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya. Karena itu, menurutnya, tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena persoalan biaya.

“Kami berharap Rijal tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-citanya. Pendidikan adalah jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik. Karena itu, anak-anak yang mengalami kesulitan harus mendapat perhatian bersama,” ujar Kapolres melalui Ipda Muhammad Yusuf.

Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral untuk membantu warga yang membutuhkan uluran tangan.

“Kami ingin hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan perlindungan hukum, tetapi juga ketika ada persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian bersama,” katanya.

Di tengah keterbatasan yang dihadapinya, harapan baru kini mulai terbuka bagi Rijal. Ia direncanakan akan melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang akan dijalankan di Kabupaten Sinjai. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi jalan bagi dirinya untuk kembali mengenyam pendidikan setelah sekian lama terhenti.

Langkah yang dilakukan Kapolres Sinjai pun mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Kepedulian terhadap anak yang kehilangan akses pendidikan dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap masa depan generasi muda, sekaligus pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab keluarga atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.

Bagi Rijal, bantuan yang diterimanya mungkin tidak langsung mengubah seluruh keadaan yang dihadapi. Namun setidaknya, perhatian dan kepedulian yang datang telah menghadirkan harapan baru bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan, meski hidup dimulai dari keterbatasan. (Rls).